Menuju Pemakmuran Perdesaan

—- The better one. We were asked to write an essay and we did it well. Otsukaresamadeshita, gals! 😀

credits by Khairunnisa, Syifaa Tresnaningrum, & me (still the same formation, hehee)

Dibalik segala romantisme yang ditawarkan perdesaan, tersimpan banyak persoalan yang meliputinya. Persoalan-persoalan tersebut kemudian terakumulasi dan menimbulkan dua permasalahan utama, yaitu kemiskinan dan ketidakmerataan. Penting bagi perencana untuk memahami persoalan sebelum bisa menelurkan solusi yang tepat. Karena itu, esai ini akan diawali dengan memberi gambaran mengenai beberapa persoalan yang ada di Indonesia, lalu beranjak membahas mengapa persoalan-persoalan tersebut timbul. Setelah mendapat gambaran mengenai persoalan perdesaan, kita akan bergeser untuk mengetahui apa saja terobosan yang telah ditempuh untuk menyelesaikan persoalan perdesaan tersebut. Kemudian esai akan diakhiri dengan memberikan review atas solusi-solusi yang telah dijalankan.

Baca lebih lanjut

Membangun Desa, Membangun Indonesia

— this one supposed to be a critical review, but we wrote it like an essay. Hahahahaa, this results bad grades. But it’s still worth reading since the idea is good. *hahaha, pembenaran*

credits by Khairunnisa, Syifaa Tresnaningrum, & me.

Desa bukanlah istilah yang tepat untuk menggambarkan kompleksitas perencanaan wilayah. Desa hanyalah suatu unit kecil dalam perdesaan. Namun unit kecil inilah yang menyusun Indonesia menjadi sebuah negara yang begini luas & besar. Dan memang tak bisa dipungkiri, desa yang kita miliki lebih banyak ketimbang kota. Atas dasar inilah desa menjadi suatu yang tak bisa dikesampingkan dalam perencanaan & pengembangan regional bahkan nasional.

Baca lebih lanjut