Andai Aku Mahasiswi Psikologi..

— Eiits, ini bukan reality show kek di tipi itu lho!

Kehidupan sehari-hari dapat menjadi inspirasi penting bagi kita. Apa yang terjadi di sekitar sebenarnya selalu memberi kita pertanyaan mengapa & bagaimana. Banyak hal yang sebenarnya mesti kita cari jawabnya. Banyak ilmu yang mesti kita gali dari dunia & sekitar kita. Ilmu di dunia ini ga ada batasnya, lluuuaassss banget. Yap, selama kita buka mata, buka hati, buka wawasan.

Tapiii.. apa yang akan aku bahas bukanlah hal serius seperti opening di atas. Apa yang akan aku bahas benar-benar totally unimportant thing. Hal-hal kecil yang aku pertanyakan dalam pikiranku tanpa pernah berusaha menemukan jawabannya. Pertanyaan-pertanyaan sederhana hasil daydreaming.

Apa sajakah 3 pertanyaan itu?

1) Mengapa sopir angkot caheum-ledeng (pp) brani mengemudi begitu kencang & ugal-ugalan??

Serius deh. Dari sekian banyak angkot yang sudah aku naiki di Bandung (huhuhuuu, nasib kagak bisa bawa kendaraan alhasil ngangkot mulu), nie Caheum – Ledeng paling oke kalo kebut-kebutan. Ada lagi sebenarnya angkot yang ga kalah oke, yaitu Dipatiukur – Panghegar.

Angkot dg rute caheum – ph mustofa – gasibu – itb – setiabudi – daarut tauhid – ledeng ini sering aku naiki. Apalagi pas jaman KP di PT Studio Cilaki Empat Lima  dulu. Mau ga mau harus naik nie angkot. Beeuuuhh.. kenceng banget deh klo mengemudi, apalagi di sekitar tikungan babakan siliwangi. Wuuih, kek racing! Klo nyalip, manteb betul.  Setiap hal kek gini terjadi, aku memperhatikan wajah-wajah penumpang di sekitarku yang seketika menegang & mencari-cari pegangan. Ha3. Aduw, bapak sopir ini, sebenarnya ingatkah dia bahwa dia membawa nyawa (atau mungkin dalam pikiran dia, kami bukan nyawa, tapi duit) ?

Tapi tak jarang juga angkot ini terjebak macet, trutama di jalan setiabudi pada jam 5 pm – 7 pm. Maklum, jamnya orang pulang kantor. Di sekitar sana memang banyak kegiatan perkantoran, perdagangan, & juga pendidikan. Karena itu, begitu ada kesempatan ngebut, langsung semangat tuh akang sopirnya!

Nah, angkot ini jumlahnya juga banyak! Jadi persaingan antar angkot dalam memperebutkan penumpang nampaknya memang ketat. *oowh, huh, diperebutkan angkot..*

Jalan di Babakan Siliwangi yang berkelok nampaknya dianggap menantang oleh para sopir angkot itu untuk ditaklukkan dengan kecepatan yang mantab. Apalagi daerah situ tuh rindang. Jika melaju kencang di sekitar situ, dengan jendela terbuka, wuuuiihh, anginnya sejuk banget!

3 hal tersebut akan lebih baik jika ditelusuri dengan sampling yang tepat & analisis yang lebih mendalam.

2). Bagaimana fesbuk bisa begitu mempengaruhi kehidupan orang?

Jaman sekarang, teknologi komputer sudah begitu menjamur. YM sudah seperti sms. Fesbuk sudah seperti bertemu langsung dengan teman. Daann, yang paling penting, kelihatannya fesbuk sudah menjadi representasi dunia nyata. Bayangkan, gosip (obrolan) di dunia nyata bisa berasal dari fesbuk.

3) Bagaimana kaitan kebiasaan menulis gede-kecil- capslock-ga-jelas dengan kepribadian?

Tulisan kita (secara substansial, cara penyampaian, dan gaya tulisan) adalah cermin kepribadian kita.  Daaann duuww, ini sudah kesekian kalinya aku mendapati kenyataan bahwa orang-orang yang menulis dengan gaya gede-kecil- capslock-ga-jelas itu adalah orang-orang childish bin (sometimes) egois. Entah ini kebetulan atau memang kebenaran. Simpulan generalisasi ini harus dibuktikan dengan penelitian yang lebih dalam sie.

— semua tulisan berdasarkan pengalaman pribadi & hasil renungan penulis *halahh…*. No offense.